Kakek Ini Tidur Di Warnet Karena Tidak Sanggup Bayar Sewa Apartemen

loading...
Kakek Ini Tidur Di Warnet Karena Tidak Sanggup Bayar Sewa Apartemen - Di kota Tokyo, Jepang. Gaji sebanyak 24 juta rupiah perbulannya, tidak pasti akan menjamin kita mendapatkan kehidupan yang nyaman dan berkecukupan.

Tidak selamanya hidup di negara maju itu menyenangkan dan pasti hidup berkecukupan. Pada kenyataannya, banyak hal yang sangat menyakitkan ketika tinggal di negara maju. Jepang adalah contohnya, seperti yang kita tahu negara ini merupakan negara yang sangat maju di dunia, teknologi di negeri sakura sudah tidak diragukan lagi di dunia. Tapi mencari kehidupan di Jepang sangatlah susah, khususnya di kota-kota besar Jepang.

Kakek Ini Tidur Di Warnet Karena Tidak Sanggup Bayar Sewa Apartemen

Salah satunya di kota Tokyo, untuk warga Jepang, untuk mendapatkan tempat tinggal di Kota Tokyo sangatlah sulit. Hal tersebut dirasakan oleh Furima, seorang kakek yang sudah hampir setahun menghabiskan waktu malamnya untuk beristirahat di warnet yang banyak tersebar di kota Tokyo. Biaya hidup yang selangit hingga malah-nya sewa apartemen di Kota Tokyo, membuat sang kakek harus tinggal di sebuah warnet.

Bukan karena tidak memiliki penghasilan, bahkan untuk ukuran di Indonesia ganjinya sudah sangat besar kakek ini memiliki penghasilan sebesar 24 juta rupiah per bulan. Tetapi gaji sebesar itu tidak bisa membuatnya mendapatkan tempat tinggal yang layak di Kota Tokyo. Awalnya, Fumiya terganggu dengan dengkuran serta langkah kaki pengunjung warnet di malam hari. Tetapi, hal-hal kecil seperti ini tidak lagi mengganggunya setelah beberapa bulan terbiasa tidur di warnet. Agar bisa tidur dengan nyaman, Fumiya harus menutupi wajahnya dengan selimut agar sorot lampu neon yang tetap menyala sepanjang malam tidak mengganggu tidurnya.

Dengan rutin melakukan hal itu setiap malam, Fumiya mulai terbiasa tidur di warnet dan juga merasa itu tidak terlalu buruk baginya. "Tidur di warnet ternyata tidak seburuk itu," kata Fumiya seperti dilansir situs disposableworkers.com.


Fumiya mulai tinggal di warnet setelah keluar dari pekerjaannya dan tidak lagi memiliki pendapatan yang cukup untuk menyewa apartemen. Akhirnya, Fumiya hanya mampu menyewa bilik khusus di warnet selama 12 jam hanya untuk tidur saja. Hal itu dijalaninya selama beberapa waktu hingga kemudian Fumiya berpikir bahwa dia bisa memanfaatkan bilik tersebut sebagai tempat tinggal.

Untuk bisa tinggal di bilik warnet tersebut, Fumiya memilih paket diskon bulanan. Fumiya hanya membayar 1.920 yen (RP 208.274) atau USD 25 per hari atau USD 750 per bulan agar bisa tidur di bilik warnet. Harga yang dia bayar masih jauh lebih murah bila dibandingkan dengan menyewa apartemen di Tokyo lantaran dia tidak harus mengeluarkan biaya untuk kebutuhan lainnya seperti furnitur hingga uang keamanan.

Jepang sendiri merupakan negara yang telah mengembangkan warnet sejak lebih dari 10 tahun lalu. Fasilitas warnet di Jepang pun makin lengkap di mana berbagai sarana dan akomodasi bagi para pengguna warnet terus dilengkapi mulai dari tempat mandi, jasa cuci baju dengan paket harga terjangkau bagi pengguna yang bermalam. Masyarakat Jepang pun mulai marak memanfaatkan warnet sebagai tempat tinggal.

Bagi Fumiya, bilik yang disekat seukuran bathup, cukup lapang baginya untuk bisa tidur tanpa harus melipatkan kaki. Terlebih, warnet tempatnya tinggal tidak hanya bersih tapi juga telah dilengkapi dengan minuman gratis sepuasnya, dari selimut dan bantal.

Baca juga:
Tidak lulus kuliah kedokteran pria ini sukses usaha cuci mobil
Pegawai tersukses dengan harta triliiunan
Pesona Angelina Jolie Saat Masih 18 Tahun
Saat ini, Fumiya bekerja sebagai satpam berpenghasilan 230.000 yen (Rp 24.949.531) atau USD 2.900 per bulan. Menurutnya, butuh 1 juta yen (RP 108.476.225) atau USD 13.000 guna membayar uang jaminan, biaya makelar, dan furniture untuk apartemen di Tokyo. Butuh sekitar dua hingga lima tahun bagi Fumiya untuk mengumpulkan uang sebanyak itu dengan pekerjaannya sekarang.

"Kami membutuhkan tempat seperti warnet. Tanpa warnet, akan banyak orang yang memiliki pekerjaan tetapi tidak punya tempat tinggal," tutur Fumiya.

Ternyata tinggal di negara maju tidak semudah yang di bayangkan. Jadi, bagaimana maukah kamu tinggal di Tokyo?
loading...

0 Response to "Kakek Ini Tidur Di Warnet Karena Tidak Sanggup Bayar Sewa Apartemen"

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan tanggapan anda.